Media Tanam Untuk Kultur Pisang Abaca

PEMBUATAN MEDIA

Hampir  dapat dipastikan bahwa kesuksesan kultur jaringan akan sangat ditentukan dan tergantung oleh pilihan media yang digunakan. Harus diingat bahwa teknik kultur jaringan menekan lingkungan yang cocok agar eksplan dapat tumbuh dan berkembang.

Lingkungan yang cocok sebagian akan terpenuhi bia media yang dipilih mempertimbangkan apa-apa yang diperlukan oleh tanaman. Secara umum kebutuhan nutrisi kebanyakan tanaman sama, tetapi secara khusus hal tersebut berbeda.  Kebuthan tiap tanaman berbed ada hal komposisi dan jumlah yang diperlukan. Untuk itu menentukan media kultur jaringan bisa jadi merupakan kajian tersendiri.

A. Komponen media dan kegunaannya

Pada dasarnya media kultur jaringan komposisinya didasarkan pada bahan-bahan yang digunakan untuk kegiatan hidroponik yang berkembang sebelumnya.  Unsur-unsur hara diberkan dalam bentuk garam-garam anorganik.

Pada perkembangan selanjutnya para peneliti mulai menambahkan vitamin , senyawa komplek, dan dengan ditemukannya zat pengatur tumbuhmaka zat ini juga ditambahkan. Sehingga kajian yang semula menjadi formulasi media agar bagian tanaman dapat bertotipotensi tumbuh dan berkembang untuk menjawab hipotesis haberlant, maka selanjutnya kajian mengarah pada optimasi media untuk perbanyakan tanaman serta untuk tujuan-tujuan praktis.

Komposisi media tanam kultur jaringan terdiri dari sejumlah unsur yana diperlukan untuk pertumbuhan eksplan dalam lingkungan buatan, unsur-unsur ini umumnya terdapat ditanah. Komponen media kultur jaringan dapat dikelompokkan kedalam:

- Unsur makro, terdiri dari unsur-unsur nitrogen (N),  foffor (P),kalium(K), kalsium(Ca), magnesium(Mg), dan sulfur(S).

- Unsur mikro, terdiri dari  Borro (B), cobalt(Co), tembaga (Cu), iodium (I), besi (Fe),  mangan(Mn), Molybdenum (Mo), dan seng (Zn).

- Vitamin () Vitamin B1) dan myo-inositol, pada beberapa ormula media ditambahkan niasin dan piridoksin (B6).

- Gula (sukrosa), sebagai sumber energi.

- Zap pengatur tumbuh, untuk merangsang dan mengontrol pertumbuhan

- Agar, sebagai media pemadat

- Arang aktif sebagai penedap senyawa beracun (jika diperlukan)

- Air (aquades), sebagai pelarut

B. Formula media

Hal terpenting sebelum melakukan prefarasi media atau membuat media, terlebih dahulu harus diketahui media apa yang akan dibuat.

Terdapat banyak formula/resep media tanam kutur jaringan yang pada umumnya diberi nama sesuai dengan nama penemunya, antara lain :

- Murashige dab skoog (MS), memiliki kisaran pemakaian yang paling luas

- Gamborg atau B-5, cocok untuk kulur suspensi sel kedelai dan legum

- Nitsch dan nitsch, digunakan untuk kultur tepung   sari dan kultur sel

- Schenk dan hildebrandt (SH) digunakan untuk media tanam dikotil

- Woody plant medium (WPM) digunakan untuk media tanaman berkayu

Setelah menentukan media dasar apa yang akan dibuat, berapa liter yang diperlukan, padat atau cair, langkah selanjutnya sekiranya keperluan untuk membuat media secara kontinyu dalam wktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan maka larutan stok adalah cara yang tepat dan dapat menghemat waktu. Pembuatan larutan stok dapat mengurangi pengulangan penkerjaan penimbangan bahan, selain itu juga mampu mengukur berat bahan dibawah 1 mg terutama unsur mikro. Larutan stok dapat dibuat untuk beberapa kali liter media, penentuannya tergantung kebutuhan. Dapat dibuat 25 kali, 50 kali, 100kai, 200 kali dan seterusnya.

Pembuatan stok dapat dikelompokkan menjadi : stok hara makro, stok hara mikro, stok Fe stok vitamin, stok hormon. Larutan stok sebaiknya disimpan dalam Freezer bagian yang gelap (bawah) dan digunakan dalam selang waktu yang tidak terlalu lama (hormon maksimal 1 bulan dan hara maksimal 2 bulan).

C. Cara pembuatan media

SeteLah larutan stok tersedia, maka tata cara pembuatan medi selanjutnya adalah pengenceran hingga hingga volume media yang dikehendaki, peneraan dan pengaturan PH, pemanasan5.8

, pembagian pada botol kutur, sterlisasi. Sebagai contoh bila media MS yang akan dibuat, maka salah cara cara pembuatannya seperti disarankan Helgeson (1979) adalah sebagai berikut:

Untuk membuat media 1 liter

a. Alat dan bahan

Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk menbuat medi 1 MS sebanyak 1 liter adaah sebagai berikut:

1. Botol-botol kultur

2. Timbangan

3. Hot plate dengan pengaduk magnet (magneik stirer)

4. Alat-alat gelas : Erelenmeyer  (wah untuk melarutkan dan mencampur bahan), gelas piala (tempat aquades), labu takar atau gelas ukur, untuk menepatkan volume larutan.

5. Pipet  tetes dan botol semprot untk mengambil larutan stok dan membilas pipet yang telah digunakan bila akan digunakan untuk mengambil bahan/larutan stok yang lainnya

6. pH meter, untuk mengukur pH

b. mencampur bahan media

ada beberapa prinsipdalam mencampur bahan media kultur jaringan, yaitu:

1. prinsp dalam pencampuran larutan pertama-tama adalah menuang sejumlah air (aquadest) kedalam wadah kurang lebih 1/3 volume wadah sebelum melarutkan sejumlah bahan kedalamnya

2. pencampuran bahan media dilakukan satu per satu setelah bahan satu melarut baru diikuti dengan bahan yang lainnya

3. diusahakan selalu mencatat setiap mencampur bahan agar tidak terjadi kekeliruan

4. langkah terakhir dalam membuat larutan adalah menepatkan volume larutan, dengan cara menambah aquadest sampai tanda tera pada wadah yang digunakan

c. Cara mencampur

1. Uang aquadest  500ml dalam dalam gelas beker  1 liter, dengan batang menitik didalamnya

2. Timbang dan tambahkan 30 g glukosa

3. Tambahkan 1 ml dari stok vitamin + 100mg Myo-insitol

4. Tambahkan masing-masing 10 ml dari tiap larutan stok (larutan stok NH4NO3, larutan stok KNO3,  larutan stok Na2 EDTA dan Fe SO4.7H2O)

5. Tambahkan masing-masing 10 ml dri tiap larutan stok (larutan stok CaCL2.2H2O, larutan stok KH2PO4, larutan stok mikro)

6. Tambahkan zat pengatur  tumbuh sesuai kebutuhan

7. Jadikan volume larutan hingga mendekati tand 1 liter ukur dan angka pH pada 5.6-5.8

8. Tepatkan medium menjadi 1 liter dengan menambahkan aquadest

9. Tuang medium kedalam erlenmenyer 2 liter, tambahkan agar 8-10 gr

10. Panaskan hingga agar larut, dan larutan nampak bening, kemudan tuang dalam boto kultur

11. Diseterilisaskan dengan autoklaf

D. Memasak media

Media dalam wadah erlenmenyer  atau wadah lainnya yang sudah diukur pHnya kemudian dimasak pada hot plte tau kompor sambil diaduk-aduk. Ketika media sudah hangat, agar dimasukkan kedalam media sambil diaduk terus menggunakan pengaduk magnet atau pengaduk biasa pada pemanas kompor. Setelah mendekati keadaan mendidih (sudah mulai keluar titik-titik geembung sebelum menjadi gelembung besar ), pemanasan dihentikan kompor atau hot plate dimatikan. Media dibiarkan mendingin beberapa waktu. Setelah media agak dingin (± 600 c) media siap dibagikan kedalam botol-botol kultur.

E. Sterilisasi media

Setelah pembuatan media agar selesai, media dibagi-bagi kedalam botol-botol penanaman, dalam satu botol tanam berisi kurang 20-25ml.

Selama proses pemindahan media kedalam botol—botol penanaman tersebut sangat memungkinkan kontaminasi oleh mikroorganisme, bak bakteri atau jamur. Kontaminasi bisa dsebabkan oleh;

a. Eksplan

b. Organisme kecil yang masuk dalam media

c. Botol kultur sertaserta alat-alat tanam yang tidak steril

d. Lingkungan kerja dan ruang kultur yang kotor

e. Pelaksana

Agar mikroorganisme masuk kedalam media tidak dapat berkembang biak maka erlu dilakukan sterilisasi terhadap media tersebut sebelum digunakan untuk menanam.

Sterilisasi media tidak boleh terlalu lama karena bisa menyebabkan:

a. Penguraian gula

b. Degradasi vitamin dan asam-asam amino

c. Inakivasi sitokinin dan zeatine ribosida

d. Perubahan pH

Media yang sudah disterilkan bisa langsung digunakan, bisa juga disimpan telebih dahulu beberap waktu pada ruang penyimpanan.

F. Media kultur tanaman pisang

Merupakan faktor penentu dalam perbanyak secara Kultur Jaringan.
Komposisi Media (MS) dalam Kultur Jaringan pisang adalah sebagai berikut :

Garam Mineral mg/l
NH4N03 1650
KN03 1900
CaCl2.2H20 440
MgS04.7H20 370
KH2P04 170
FeS04.7H20 27,8
Na2EDTA 37,3
MnS04.4H20 22,3
ZnS04.7H20 8,6
H3B03 6,2
KI 0,83
Na2Mo04.2H20 0,25
CuS04.5H20 0,025
CoC12.6H20 0,025

Vitamin mg/l
Myo-inositol 100
Pyridoxine 0,5
Niacine 0,5
Thiamine 0,1
Glycine 2,0

Hormon mg/l
BAP 5-10
NAA 0,1-0,5

Bahan tambahan : Gula 30 g/l, air kelapa 150 ml/l, agar 6,2 g/l, pH 5,6-5,8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: