Penyiapan Eksplan kultur jaringan

MENYIAPKAN EKSPLAN

Dalam menyiapkan bahan tanam, tanaman induk sebagai sumber bahan (eksplan) mruakan faktor penentu dalam menghasilkan produk akhir (bibit) hail perbanyakan melalui kultur jaringan yang berkualitas. Sedangkan sterilitas bahan tanam, sehingga prosedur sterlisasi eksplan harus tepat anpa memaikan jaringan dari eksplan.

A. Menyiapkan bahan eksplan

Eksplan atau bahan tanam adalah bagian kecil bagian kecil jaringan atau organ yang diambil/dipisahkan dari tanaman nduk kemudian ikulturkan. Ketepatan dalam menyiapkan eksplan adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi inisiasi eksplan.

1. Deskripsi varetas tanaman sumber bahan eksplan

Dalam upaya menghasilkan tanaman induk yang sesuai dengan kriteria diatas dapat dilakukan dengan cara mengkodisikan tanaman induk dalam lingkungan yang lebih terkendali, misalnya dengan cara mencangkok tanaman induk, kemudian ditanam dalam po dan dipelihara secara otimal didalam green house/net house.

2. Persyaratan bagian tanaman sebagai bahan eksplan

Bagian tanana yang dapat dijadikan sebagai eksplan adlah ujung akar, pucuk, daun, bunga, dan tepung sari. Faktor yang dimiliki ekplan itu sendiri yaitu ukuran, umur fisiologis, sumber genotip dan sterilitas ekplan yang akan menentukan berhasil tidaknya pegkulturan eksplan.

Umur fisiologis eksplan berpengaru terhadap kemampuanya untuk beregenerasi jaringan tanaman yang masih muda yang meristematik (sel-selnya masil aktif membelah) lebih mudah beregenerasi dibandingkan dengan jaringan yang sudah tua, sehingga bagian tanaman yang meristematik paling banyak berhasil bila dijadikan eksplan yang termasuk  jaringan meristem adlah pucuk apikal, pucuk lateral dan pucuk aksial.

3. Karakter bagian tanaman sebagian bahan eksplan

Pemelihan bagian tanaman sebagaibahan eksplan menentukan keberhasilan eksplan untuk dikulturkan. Pada dasarnya setiap bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan ekspla, tetapi dalam memilih bagian tanaman yang akan dikulturkan harus mempertimbankan faktor kemudahan beregenerasi dan tingkat kontaminasinya.

Bagian tanaman yang banyak mengandung persediaanmakanan serta bahan-bahan lain untuk pertumbuhan, seperti  umbi adalah lebih mudah untuk beregenerasi dibanding denagn bagian tanaman yang kurang mengandung bahan makanan. Bagian yang berasal lebih tinggi dibandingkan dengan bagian-bagian tanaman yang ada diatas permukaan tanah seperti pucuk atau daun.

B. Mensterilkan eksplan

Dari semua komunikasi, kontaminasi dari bahan tanam/eksplan merupakan yang paling sulit diatasi. Untuk itu dipelukan bahan sterilan yang tepat untukmenghasilkan kontaminan dari eksplan.

Kontaminan hidup dapat berupa cendawan, bakteri, seranga dan telurnya, tungau serta spora. Bila kontaminan ini tidak dihiangkan, maka pada media yang mengandung gula, vitamin dan minera, dalam waktu singkat seluruh botol terpenuhi oleh kontaminan yang mineral, dalam waktu singkat seluruh botol terpenuhi oleh kontaminan yangakhirnya mengakibatkan eksplan menjadi mati.

Sterilisai eksplan dengan bahan strelisasi adalah sebatas membersihkan debu, cendawan, bakteri dan kontaminan lain dari bagan permukaan eksplan atau disebut desinfestasi.

1. Macam-macam bahan streisasi dan fungsinya

Macam-macam bahan untuk sterilisasi dan fungsinya adalah sebagai baerikut :

No.

Nama bahan sterilisasi

Fungsinya

1.

deterjen

Membershkan kotora/debu dari eksplan

2.

fungisida

Memberihkan jamur/cendawan

3.

bakterisida

Membersihkan bakteri

4.

Alkohol  70% dan 95%

Desinfektan

5.

Sodium hipoklorik dengan nama dagang clorox atau bayclin

Desinfektan

6.

Mercury chlorit dengan nama dagang sublima 0,05 %

Desinfektan

7.

Tween -20

Agen pembasah

8.

Antibiotik

Desinfektan

9.

Iodine/betadine

Antiseptik

2. Memilih bahan strerilisasi

Dalam melakukan sterilisasi eksplan, pemilihan metode sterilisasi harus selektif, termasuk dalam hal ini adalah memilih memilih bahan sterilisasi yang tepat.

Setiap bahan tanam mempuntai tingkat kontaminan permukaan yang berbeda, tergantung dari:

a. Jenis tanaman

b. Bagian tanaman yang dipergunakan

c. Morfologi permukaan( misalnya : berbulu atau tidak)

d. Lingkungan tumbuh (green house atau lahan)

e. Musim waktu mengambil (musim hijau/kemarau)

f. Umur tanaman (seeding atau tanaman dewasa)

g. Kondisi tanaman (sakit atau sehat)

3. Mensterikan eksplan dengan cara merendam bahan kimia

Pada dasarnya semua jenis eksplan dapat disterisasi dengan menggunakan bahan kimia. Hanya saja perlu diperhatikan kosentrasi larutan bahan kimia ynag digunakan serta lamanya perendaman. Keras, lunaknya eksplan berpengaruh terhadap penggunaan kosentrasi larutan dan lamanya perendaman. Eksplan yang lunak sebaiknya menggunakan kosentrasi bahan kimia yang rendah dan waktu yang tidak terlalu lama. Sebaiknya pada eksplan yang keras, dapat digunakan kosentrasi yang lebih tinggi dan waktu perendaman yang lama.

Prosedur sterilasasi eksplan dengan memrendam dalam bahan kimia adalah eksplan dicuci dengan fungisida, eksplan dicuci dengan aquadest steril eksplan direndam dala larutan antiseptik, dan eksplan siap dinokulasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: